Selasa, 06 Desember 2011

Sepekan Dari Enam Bulan



     Kali pertama dalam pekan ini
Sekaki pun di hati
Kau tak geming mengisi sunyi

Seminggu sudah menyendiri
Aku tak berani mengakhiri
Aku mengharapmu kembali

Sepekan dari enam bulan lalu
Ku menghapus bayang dari kalbu
Aku enggan melihatmu
Aku ingin tanpamu
Hingga sepekan dari sini
Aku rindu dini hari
Aku ingin menemui pagi
Aku mengharapmu kembali

Sepekan dari enam bulan ini
Ku alami masa terberat
Bayangmu tampak mengikat
Mungkin aku kuat
Namun kurasa kau disana penat

Benarkah kau tak kan kembali ?
Yakinkah kau tak ingin kisah itu lagi ?

Enam bulan sudah
Aku berkobar resah
Selama itu aku payah
Ini hanya menegakan benang basah ?
Benarkah ?

Sepekan dari enam bulan
Tak henti kau memanggil
Aku mengigil
Ku ingin rasa ini kau ambil
Jekakku yang tak kau sudut
Cintaku tak kau sambut
Jika penat itu ku ingat
Seakan tersengat
Egoku sangat
Namun jika cintamu teringat
Sepekan ini terasa hangat
Begitu singkat

Apalah artinya kita tersayat
Jika sepekan dari enam bulan ini
Kita tak terasa mayat





Seperti Penaku, Kaki Langitku
Dede Ubaidillah
2011 @100711
Seperti Penaku, Kaki Langitku Seperti Penaku, Kaki Langitku

Rindu Mantan Kekasih


     Aku berjalan
Dari timur kembali ke barat
Sebelum fajar
Sebelum mereka mendahuluiku terbangun
Aku berjalan pulang
Dua hari sudah aku terasing
Dari hiruknya pikiran
Dari hati yang berperasaan
Aku rindu
Aku terus saja berjalan

Tuan..
Kau mendengarkah ?

Jika tuan mengikuti
Tuan kan melihat rumah yang bertingkat
Hanya ada satu di bukit timur ini
Itu rumah kekasih kedua ku, tuan
Ia telah menikah tempo lalu
Nampak tak berubah dari dulu
Ia baik padaku
Sudahlah..
Aku terus berjalan saja

Hingga di kaki bukit paling bawah
Di garisan-garisan luasnya bibir sawah
Terlihat sebuah rumah terpisah
Itu rumah cinta pertamaku, tuan
Tapi ia tak ingat lagi
Tidak apa
Aku terus berjalan saja

Hingga disamping rumahku
Tuan bisa melihat rumah dan pekarangan kecil menunggu
Itu rumah pacar kelima ku, tuan
Ia tak berubah sama sekali dari dulu
Kekasih barunya kini tengah menginap
dan mengecup madu
Aku tak cemburu
Biarlah..
Aku berjalan saja

Hingga aku tiba di pintu rumah
Bukan semua itu yang kupikirkan
Aku rindu kekasihku
Bukan..
Mantan kekasihku
Yang baru enam tempo ia tak bersamaku
Jika tuan berniat mampir ke rumah
Datang saja..
Disana hidup foto-foto seseorang yang ku rindukan itu
Jika tuan inginkan tahu
Aku bisa menceritakan kepada tuan
Betapa rindunya aku


Seperti Penaku, Kaki Langitku
Dede Ubaidillah
2011 @260611
Seperti Penaku, Kaki Langitku Seperti Penaku, Kaki Langitku

Senin, 05 Desember 2011

Butuh Sejuta Tahun Lagi

Mereka sering bertanya kepadaku
Tentangmu..
Tentang keberadaanmu
Bagaimanakah kita..
Aku tidak tahu
Kenapa ?
Kami lama berpisah, kawan..
Jangan tanyakan itu lagi

Ingatkah..
Lautan begitu luas
Sedikit kemungkinan orang selamat
Yang mengayuh dalam lautan biru
Mencari air minum dan berwudhu
Air laut bukanlah air tawar, kawan..
Butuh sejuta tahun untuk melepas rasa asin
Umurku tidak akan sampai

Mereka mengangguk..
Mengertikah ?
Namun ketika ku melihat daratan kembali..
Mereka bertanya lagi

Hancur sudah !!!
Aku kembali teringat lautan biru
Aku lebih suka hidup disana
Yang sepi..
Meski tak dapat aku minum
Tak apa aku bisa pahami

Terkadang aku ingin menunggu hingga tawar
Tak apa menunggu sejuta tahun
Aku akan meminta
Untuk hidup sejuta satu tahun lagi ..







Seperti Penaku, Kaki Langitku
Dede Ubaidillah
2011 @180611
Seperti Penaku, Kaki Langitku Seperti Penaku, Kaki Langitku

Aku Bukan Adik Kecil, Sukreti

Dalam bahasa kau tampak sempurna
Berpintu-pintu tanpa jera
Siapa saja bisa masuk kesana
Bukan hanya aku
Kata siapa ?, kau ucap begitu
Kau meyakinkan
Namun aku percaya saja, aku tak tahu

Aku teringat masa lalu
Ibu dan adikku
Ya, benar..
Aku seperti adikku yang masih kecil
Saat ia menangis inginkan sesuatu
Bukan karena tak mampu
Ibuku mengalihkan dengan benda lain
Ini permen ?, jelasnya
Ia suka permen
Ia tahu apa yang adikku sukai
Namun ketika itu habis
Ia sadar, itu bukanlah yang ia inginkan
Ia pun menangis lagi
Ibuku memberikan permen lagi
Ia terdiam lagi
Dan saat habis lagi, ia kembali menangis
Begitu dan terus seperti itu

Hingga aku disini
Aku bukan anak kecil lagi, Sukreti
Kau tampak mempermainkanku
Aku kecewa setelah aku bahagia
Seperti adikku dulu
Seperti aku dan perasaanku














Seperti Penaku, Kaki Langitku
Dede Ubaidillah
2011 @280611
Seperti Penaku, Kaki Langitku Seperti Penaku, Kaki Langitku